Aspebindo Apresiasi Pemerintah Tetapkan Harga DMO Batubara untuk Sektor Non Listrik

Asosiasi Pemasok Batubara dan Energi Indonesia (Aspebindo), mengapresiasi langkah Pemerintah dengan lahirnya Keputusan Menteri ESDM untuk melindungi harga jual batubara yang kian meroket dan di butuhkan banyak negara di dunia yang sedang dilanda krisis energi.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum Aspebindo, Dr. Anggawira, MM, saat berbincang dengan Ruangenergi.com, (03/11).

“Dengan adanya batas harga jual ini, sebuah langkah sangat baik supaya tidak terjadi disparitas harga yang signifikan dengan harga eksport batu bara,” ungkap Anggawira.

Ia menambahkan, penetapan harga ini bisa berdampak baik, agar para UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) batubara bisa tambah maju dan juga ikut bersaing. Karena yang Pertama juga agar bisa memfasilitasi industri non kelistrikan untuk terus beroperasi dengan kondisi wajar dan kedua dari penambangnya dapat memasok harga jual dan kualitas yang dapat dipenuhi penambang.

“Kami juga dari pengusaha berharap pemerintah bisa mengkaji ulang dan bisa menaikan harga jual batu bara untuk sektor kelistrikan yang saat ini telah dipatok US$ 70 per ton,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Aspebindo siap untuk berkolaborasi dan mengawal untuk membahas formula harga DMO (Domestic Market Obligation) dan kualitas batubaranya yang tepat dan juga bisa lebih maksimal dalam pemenuhan dalam negeri dan juga permintaan eksport yang tinggi sekali saat ini.

“Saat ini Kementerian ESDM mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor minerba hingga kuartal III 2021 telah mencapai Rp 49,67 triliun. Capaian ini telah melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah untuk sepanjang tahun ini. Hal yang baik untuk sektor Minerba dan harus bisa dimaksimalkan lebih lagi,” tutur Anggawira.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batubara khusus untuk sektor industri non kelistrikan yaitu bahan baku atau bahan baku industri semen dan pupuk dalam kebijakan DMO melalui keputusan Menteri ESDM nomor 206.K/HK.02/MEM.B/2021.

Dalam keputusan itu, Pemerintah menetapkan Harga Jual Batubara untuk Pemenuhan Kebutuhan Bahan Baku/Bahan Bakar Industri Semen dan Pupuk di Dalam Negeri sebesar US$ 90 per metrik ton Free On Board (FOB) Vessel, yang didasarkan atas spesifikasi acuan pada kalori 6.322 kcal/kg. Total Moisture 8% (delapan persen), Total Sulphur 0,8% (nol koma delapan persen), dan Ash 15% (lima belas persen) dan Keputusan Menteri ESDM ini sudah mulai berlaku pada dari 1 November 2021.

Leave a Comment

Your email address will not be published.